Tampilkan postingan dengan label SAP2000. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAP2000. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

SAP2000 Collection (v7.42, v9.03, v10, v11, v12, v14.2.2, v15.0.1, v15.1.1)_Full [MF]

 

[Image: IS_sap.jpg]
The SAP name has been synonymous with state-of-the-art analytical methods since its introduction over 30 years ago. SAP2000 follows in the same tradition featuring a very sophisticated, intuitive and versatile user interface powered by an unmatched analysis engine and design tools for engineers working on transportation, industrial, public works, sports, and other facilities.

From its 3D object based graphical modeling environment to the wide variety of analysis and design options completely integrated across one powerful user interface, SAP2000 has proven to be the most integrated, productive and practical general purpose structural program on the market today. This intuitive interface allows you to create structural models rapidly and intuitively without long learning curve delays. Now you can harness the power of SAP2000 for all of your analysis and design tasks, including small day-to-day problems. Complex Models can be generated and meshed with powerful built in templates. Integrated design code features can automatically generate wind, wave, bridge, and seismic loads with comprehensive automatic steel and concrete design code checks per US, Canadian and international design standards.

Advanced analytical techniques allow for step-by-step large deformation analysis, Eigen and Ritz analyses based on stiffness of nonlinear cases, catenary cable analysis, material nonlinear analysis with fiber hinges, multi-layered nonlinear shell element, buckling analysis, progressive collapse analysis, energy methods for drift control, velocity-dependent dampers, base isolators, support plasticity and nonlinear segmental construction analysis. Nonlinear analyses can be static and/or time history, with options for FNA nonlinear time history dynamic analysis and direct integration.

From a simple small 2D static frame analysis to a large complex 3D nonlinear dynamic analysis, SAP2000 is the easiest, most productive solution for your structural analysis and design needs.

[Image: image.jpg]

Mediafire unlock password:
nhawe

Click [Image: fr.png] after waiting 5s to get mediafire link.


1. CSI SAP2000 v7.42

2. CSI SAP2000 v9.03

3. CSI SAP2000 v10.0

4. CSI SAP2000 v11

5. CSI SAP2000 v12.0

6. CSI SAP2000 v14.2.2

7. CSI SAP2000 v15.0.1
Cra**k:

8. CSI SAP2000 v15.1.0
Chia sẻ bài viết :

Kamis, 14 Februari 2013

Desain Gedung Bertingkat dengan Menggunakan ETABS dan SAP 2000


Gambar Desain dengan ETABS v.9.5

Gambar Desain dengan SAP 2000 v.15

Didalam merencanakan bangunan tahan gempa ada banyak hal yang harus kita ketahui terlebih dahulu, agar nantinya tidak ada kerancuan. Satu hal yang pasti, sebagai seorang civil engineer sudah seharusnya mengetahui dasar ilmu teknik sipil diantaranya analisa struktur, mekaika teknik, statika dan mekanika bahan dan banyak lagi yang harus diketahui lebih dahulu. Dalam mendesain bangunan tahan gempa ini kita juga harus mengetahui landasan teori atau peraturan (Building Code) yang akan kita gunakan, dalam hal ini untuk kita yang berada di Indonesia tercinta ini kita memiliki peraturan seperti :

1. SNI 03-2847-2002, Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung
Download

2. SNI 03-1726-2010, Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah & Gedung

                                    Indonesia Terbaru 2010  Download

3. SNI 03-1727-1989, Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung

4. SNI 03-1729-2002, Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja Untuk GedungDownload

Buat teman-teman yang ingin mengunduh SNI langsung dari BSN bisa langsung klik pada link berikut ini:

Download

Untuk tahapan perencanaannya nanti akan saya jelaskan lebih lanjut.......

See you tomorrow...!!!

Minggu, 10 Februari 2013

Downloads

Berikut ini beberapa tautan download, antara lain program-program buatan penulis dan beberapa peraturan / SNI yang sering penulis gunakan, juga beberapa tautan berguna lainnya. Buat yang pingin nampang di sini (maksudnya juga memiliki freeware buatan sendiri atau tautan lain yang ingin dibagikan) juga boleh, dengan menghubungi penulis terlebih dahulu.

E-Book :

Software :

Code / Peraturan / Pedoman :

Brosur / Lain-lain :

* = baru ditambahkan

Program Grafik Gempa SNI

Belum lama ini dapat info ada program (online) bagus :) … Klik saja alamat berikut :

puskim.pu.go.id/desain_spektra_indonesia_2011

Tunggu dulu biar puas loading-nya…

Loading...

Nanti akan keluar seperti yang berikut ini :

Peta Indonesia

Pada halaman ini pernah diulas mengenai peta hazard gempa (2010). Nah… kalau yang ini adalah untuk membantu perhitungan data grafik spektrum respons menurut SNI Gempa kita yang terbaru (masih draft…) resmi dari Puskim. Data grafik faktor-faktor koefisien dalam peta hazard tersebut juga bisa dilihat pada tab-tab yang ada di bagian atas (Peta MCEG, Peta MCER, dst.).

Faktor Koefisien

Dalam SNI Gempa 2002, grafik spektrum respons tinggal dilihat yang tercantum di peraturan terkait, disesuaikan dengan Wilayah Gempa dan jenis tanahnya. Misal kota Yogyakarta kalau dilihat terletak di Wilayah 3, jadi dapat grafik seperti ini :

Wilayah 3 (2002)

Ingat, itu grafik yang 2002 lho… Secara umum dalam peraturan baru nanti proses garis besarnya masih sama, namun zonasi gempanya sudah lebih detail (halus) dibandingkan peraturan 2002, plus ada lebih banyak faktor yang akan terlibat dalam perhitungan. Oleh karena itu, tiap kota atau tempat di Indonesia akan memiliki grafik spektrum respons masing-masing, tidak hanya terbatas pada 6 Wilayah Gempa seperti sebelumnya. Misalnya, untuk kota Yogyakarta wilayah Sleman (utara) dan Bantul (selatan) nilai percepatan puncaknya akan menghasilkan nilai berbeda, sedangkan menurut peraturan lama nilainya akan sama karena terletak di Wilayah Gempa yang sama pula. Lebih akurat, tapi lebih pusing juga, kan… Intinya, untuk menyederhanakan (membantu) perhitungan maka itulah fungsi utama dari program online ini.

Oke, sekarang mari kita coba pakai programnya. Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa masing-masing kota atau tempat akan memiliki grafik spektrum responsnya sendiri, tergantung lokasinya. Kalau dilihat di sebelah kiri atas, di bawah kotak judul Desain Spektra Indonesia, tercantum keterangan Jenis Input. Jadi, tempat yang akan dihitung grafik spektrum responsnya bisa dimasukkan berdasar koordinat (lintang dan bujur) atau nama kota atau tempat yang bersangkutan.

Jenis Input

Kita coba masukkan berdasar nama kota saja dulu supaya mudah. Klik saja pilihannya lalu pilih Nama Kota, dan ketik nama kota dimaksud. Setelah itu, klik tombol Hitung.

Nama Kota

Pada peta Google di samping akan otomatis menuju (terlihat) posisi tempat kotanya dan muncul kotak keterangan. Klik Lihat Hasil lalu akan ditampilkan pop-up yang memuat tabel hasil perhitungan dan grafiknya.

Hasil Peta

Grafik Jogja

Di sebelah kanan tertampil grafik spektrum respons untuk tanah keras, sedang, lunak, dan batuan. Tampilan bisa disesuaikan untuk semua atau jenis tanah tertentu saja, termasuk rentang waktu, lewat pilihan di bagian kanan atas. Sedangkan pada bagian kiri, tercantum dua buah tabel. Tabel sebelah atas mencantumkan data faktor-faktor koefisien, sedangkan tabel bawah adalah data koordinat untuk grafik spektrum respons (pasangan nilai waktu dalam detikdan koesifien percepatan dalam g). Kedua tabel tersebut juga bisa disesuaikan tampilannya untuk tiap jenis tanah atau batuan.

Untuk tabel tersebut, data yang ada juga bisa disalin dalam bentuk lain, misal ke format Excel. Tinggal klik saja tombol Excel di bagian atas tabel, lalu pilih nama dan lokasi penyimpanan. Mungkin ada baiknya juga di belakang nama file diberikan sekalian ekstensinya (.xls atau .xlsx).

Save Data

Data Excel

Cuma sayangnya nilai waktu (T0 dan TS) untuk tabel koordinat grafik (bawah) masih dalam bentuk notasi, belum disesuaikan dengan hasil perhitungannya (tabel atas), jadi perlu ditambahkan atau diganti sendiri semisal akan diolah lebih lanjut. Selain itu data grafiknya tidak bisa di-save secara langsung, mesti dengan capture manual misal lewat print screen atau bantuan program screen capture. Mudah-mudahan bisa dikembangkan lagi. Tapi lumayanlah setidaknya perhitungan bisa menjadi jauh lebih ringkas dan sangat menghemat waktu. Jika memerlukan data untuk input response spectrum function di SAP2000 misalnya, tinggal pakai saja hasil data dari tabel koordinat grafiknya.

Nah, sekarang coba utak-atik lebih lanjut. Misalnya pada contoh di atas adalah data untuk kota Yogyakarta, maka jika dilihat lebih detail koordinat lintang dan bujur ada di wilayah sekitar Kraton (pusat kota). Mari coba lihat untuk data tempat lain namun masih di wilayah Yogyakarta. Ambil contoh di lokasi sekitar bandara Adisucipto. Untuk melihat data suatu lokasi, saat input jenis data pilih Koordinat (sebelah kiri atas) dalam tampilan peta sebelumnya. Setelah itu bisa geser dan zoom pada peta untuk menuju suatu lokasi tertentu. Klik saja pada lokasi yang dikehendaki, maka di bagian kiri akan otomatis tertera koordinat Lintang dan Bujur tempat yang bersangkutan. Selanjutnya klik tombol Hitung dan Lihat Hasil.

Peta Adisucipto

Misal kita lihat data untuk jenis tanah lunak.

Grafik Adisucipto

Nilai percepatan tanah puncak adalah 0,788g. Sekarang kita coba lihat lokasi di sebelah selatan, tepatnya sekitar daerah Bantul yang terkena dampak paling parah pada gempa tahun pertengahan 2006 silam. Data dilihat jenis tanah yang sama (tanah lunak).

Peta Bantul

Grafik Bantul

Nilai percepatan puncaknya sebesar 0,929g, lebih besar daripada di lokasi airport . Berikutnya untuk lokasi di utara, misal daerah Kaliurang, yang dulu juga sempat heboh akibat erupsi gunung Merapi akhir tahun 2010, untuk jenis tanah lunak juga.

Peta Kaliurang

Grafik Kaliurang

Tertera nilai percepatan puncak 0,609g. jadi nilai terbesar ada di wilayah selatan. Harap diingat, ini hanya sekadar untuk contoh saja, karena jenis tanah sebenarnya di lokasi tersebut bisa saja berbeda. Misal untuk daerah utara jenis tanahnya bisa lebih keras atau padat daripada di belahan selatan atau lainnya, sehingga nilai perbandingan percepatan mungkin sebenarnya tidak seperti selinier yang tersebut di atas. Dari contoh tersebut terlihat bahwa untuk tiap lokasi memang memiliki grafik spektrum responsnya masing-masing, walaupun masih dalam satu kota/wilayah yang sama.

Hmm… jadi penasaran, apa jadinya kalau kita klik wilayah di luar Indonesia? Oh, ternyata kebanyakan tidak bisa (nilai koordinat lintang dan bujur tidak berubah), kecuali tetangga dekat kita. Oke, coba saja klik di wilayah tersebut, yang terakhir lalu sempat (hampir) bikin ribut lagi gara-gara perkara tari Tor-tor.

Peta Malaysia

Grafik Malaysia

Nilainya kecil, hanya 0,102g. Mungkin saja itu sebatas karena interpolasi atau ekstrapolasi, ya? Waduh kok pakai aneh-aneh lihat negeri seberang segala. Sudahlah mending mengurusi negeri sendiri dulu. Grafiknya sudah keluar tapi peraturannya kok masih draft juga. Semoga bisa cepat sah lah… Amiin.

Oh ya, sekalian juga deh mengucapkan : Selamat Puasa… :)

UPDATE :

Lihat juga Peta Hazard Gempa Indonesia 2010 di sini (tersedia juga di halaman Download).

Minggu, 20 Januari 2013

Kapan merelease reaksi momen pada ujung batang pada SAP2000?

Pada saat mendesain suatu struktur baja pasti kita dihadapkan pada pilihan apakah akan me-release reaksi momen pada ujung batang suatu struktur atau tidak. Kesannya sepele, namun hal ini sebenarnya bisa dikatakan sesuatu hal yang penting untuk diperhatikan dan dipahami karena menyangkut kesesuaian antara perilaku suatu struktur yang akan kita bangun dengan asumsi permodelan yang kita gunakan.

Frame Releases adalah suatu fitur pada SAP2000 dimana kita bisa menentukan suatu sambungan batang struktur (frame) akan berperilaku sebagai sendi / pinned (tidak menghasilkan reaksi momen pada ujung batang) atau akan berperilaku sebagai jepit / continuous (menghasilkan reaksi momen pada ujung batang), atau bisa juga dimodelkan setengah rigid (kaku). Gunanya apa? Tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap desain tipe sambungan yang akan kita gunakan pada ujung batang struktur yang kita tinjau. Salah kita dalam menentukan sambungan, maka akan berbeda juga perilaku dan distribusi gaya struktur secara keseluruhan.

Bagaimana jika terjadi ketidaksinkronan antara asumsi permodelan dengan kondisi aktual? Walaupun belum tentu mengakibatkan kegagalan batang struktur, namun tentunya akan mengakibatkan perubahan perilaku struktur dan distribusi gayanya. Selama perbedaan gaya-dalam yang terjadi masih dapat diterima oleh kekuatan batang, maka struktur masih dalam kondisi aman. Namun, perlu di-cek lebih lanjut apakah simpangan dan defleksi yang terjadi masih dalam batas ijin atau tidak.

Di bawah akan saya coba berikan contoh kasus agar bisa lebih jelas dalam memahaminya. Saya akan gunakan bantuan permodelan dua struktur portal baja tak bergoyang sederhana dengan kondisi yang berbeda, lalu akan kita lihat perbedaan-perbedaan dari hasil analisis strukturnya (defleksi dan distribusi gaya dalamnya).

Bagaimana dengan struktur beton?

Berbeda dengan struktur baja, struktur beton adalah struktur yang ketika terbentuk sudah menjadi monolit, alias antar komponen struktur beton (balok, kolom, slab, dan pondasi) sudah terhubung secara kaku antar satu komponen dengan komponen yang lainnya akibat proses pengecoran yang saling berkesinambungan yang dihubungkan oleh tulangan baja. Sehingga pada struktur beton hampir tidak pernah kita ”memainkan” fitur Frame Releases untuk batang-batang strukturnya. Semua bagian struktur beton secara default dimodelkan sebagai sambungan yang kaku / rigid oleh SAP2000. Begitu juga dengan struktur baja, secara default-pun beberapa tipe struktur baja dimodelkan dengan sambungan yang kaku antar komponennya, kecuali komponen bracing.

Ada akibat lainnya mas?

Jika kita asal bermain-main dengan fitur Frame Releases namun tidak memahami filosofi dan implikasinya, maka kita akan sering mendapatkan peringatan (warning) dari SAP2000 bahwa struktur yang kita modelkan dalam “ill condition” alias dalam kondisi “sakit” atau tidak stabil. Jika kondisi ini terjadi pada permodelan struktur yang terlalu banyak menggunakan batang (terlihat ribet) maka tentu akan sulit untuk mencari mana frame atau komponen yang menyebabkan kondisi tidak stabil tersebut.

Lalu bagaimana cara yang mudah untuk menemukan bagian yang bermasalah tersebut, mas?

Tenang, sebenarnya mudah kok. :-) Karena kita tahu bahwa penggunaan fitur Frame Releases ini berimplikasi terhadap perilaku struktur, maka dari sisi inilah kita dapat melihat bagian struktur mana yang bermasalah. Bagian struktur yang bermasalah pasti akan menyebabkan perilaku yang “nyleneh” atau “aneh”. Hal ini biasanya ditunjukkan dengan deformasi batang yang ekstrim dibandingkan dengan deformasi pada bagian batang lainnya. Maka, untuk itu kita perlu aktifkan option “show deformed shape” pada SAP2000 dengan mengklik tombol F6. Supaya pergerakan deformasinya dapat terlihat dengan lebih jelas, jangan lupa perbesar skala deformasinya (namun SAP2000 biasanya sudah men-set otomatis skala deformasi dengan nilai yang besar) dan klik “start animation” pada ujung kanan bawah window SAP2000 untuk melihat pergerakannya .

Oke, langsung lanjut ke contoh kasus, mas. :-)

Oke, kalau begitu langsung saja kita buat dua struktur portal baja 2 dimensi sederhana seperti di bawah:

2012-12-28_122200

Dan berikut adalah no batang dan no joint pada struktur agar dapat memudahkan dalam identifikasi bagian batang dan joint yang akan ditinjau:

2012-12-28_122528

2012-12-28_123835

Perbedaan pada struktur bagian kiri dan kanan adalah pada struktur bagian kiri batang baloknya (profil IWF200 dengan no batang 5 dan 6) terhubung kaku dengan kolom (profil HWF200 dengan no batang 1, 2, 3, dan 4), sedangkan pada struktur bagian kanan, batang baloknya (batang no 16 dan 15) tidak terhubung secara kaku dengan batang kolom, alias reaksi momen ujung baloknya di-release. Hal ini terlihat dengan simbol penggambaran batang yang terlihat tidak saling terhubung.

Bagaimana cara merelease reaksi gaya suatu frame/batang, mas?

Mudah. Pilih batang yang ingin direlease, lalu klik Assign -> Frame -> Releases/Partial Fixity.. Maka akan timbul window seperti berikut:

2012-12-28_115335

Start adalah ujung batang awal dan end adalah ujung batang akhir (tergantung kita menarik garis dari arah mana terlebih dahulu). Dan “Frame Partial Fixity Springs” adalah option untuk membuat suatu sambungan berperilaku setengah rigid/setengah kaku.

Wah, ada banyak check box, mas. Mana saja yang harus di-check?

Sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk reaksi M22 dan M33 dapat kita release pada bagian start dan end. Namun untuk Axial Load, Shear Force, dan Torsion, hanya salah satu ujung yang dapat kita release. Kenapa? Karena hal ini menyangkut kestabilan batang itu sendiri. Bayangkan jika tahanan torsi suatu batang tidak ada sama sekali, maka batang akan berputar secara bebas jika dikenakan gaya torsi yang kecil sekalipun. Warning yang diberikan oleh Sap2000 adalah seperti berikut:

2012-12-30_012852

Ok, setelah itu kita kenakan gaya lateral yang sama sebesar 100 kN pada ujung atas struktur:

2012-12-28_122300

Langsung saja kita “Run”. Dan hasil deformasinya adalah sebagai berikut:

2012-12-30_000310

Tidak terlihat berbeda? Ya, karena perbedaan deformasinya sangat kecil. Secara logika, struktur mana yang akan mengalami deformasi lateral lebih besar? Jelas struktur yang berada di sebelah kanan. Kenapa? Karena struktur yang ada di sebelah kanan hanya memiliki satu sistem penahan gaya lateral yaitu hanya mengandalkan sistem bracing, namun struktur di sebelah kiri menggunakan dua sistem penahan lateral, yaitu selain menggunakan sistem bracing juga menggunakan sistem rangka pemikul momen (balok ikut menyumbangkan kekakuan). Perbedaan deformasi lateral ditunjukkan dengan bukti deformasi joint 6 (struktur kiri) dan 14 (struktur kanan) berikut:

2012-12-30_001146

2012-12-30_001154

Oke, dari deformasi sudah berbeda, mari kita lihat reaksi gaya-dalamnya. Berikut adalah tampilan diagram gaya momen dan gaya gesernya (M3 dan V2):

2012-12-28_123225

2012-12-30_003438

Wow.. Terlihat sangat berbeda sekali.. Itulah kenapa kita harus berhati-hati dalam menentukan sambungan. Ketidaksinkronan model sambungan implikasinya adalah perbedaan gaya dalam yang dapat menjadi signifikan. Untuk sisi ekonomi pun juga dapat kita simpulkan mana struktur yang dapat menjadi lebih ekonomis.

Mari kita cek lebih lanjut untuk nilai stress ratio-nya. Berikut adalah hasilnya:

2012-12-28_122505

Kedua struktur masih dalam kondisi aman. Ya, walaupun masih dalam kondisi aman, namun terlihat perbedaan stress ratio. Pada kasus tertentu, perbedaan jenis sambungan ini dapat mengakibatkan beberapa batang menjadi tidak aman / fail. Bahkan, kolom bisa menjadi fail hanya karena masalah penentuan tipe sambungan pada balok.

Pernah mendapatkan kasus struktur kolom pada tumpuan (daerah bawah) berwarna hijau (aman) namun pada bagian atas berwarna merah (tidak aman)? Logika simpelnya (jika kita hanya memperhatikan gaya aksial saja), seharusnya semakin ke bawah, beban kolom akan semakin besar dan stress rationya juga tentu seharusnya juga semakin besar, alias jika terjadi fail pun seharusnya pada kolom yang berada di bagian bawah. Namun, ternyata yang terjadi tidak demikian. :-) Bagi yang tidak memahami filosofi ini, maka solusinya biasanya mengganti profil kolom menjadi lebih besar. Namun, yang memahami filosofi ini pastinya tidak akan semerta-merta mengambil solusi tersebut.. :-)

Semoga Berguna… CMIIW… :-)

Sabtu, 19 Januari 2013

Download Video Tutorial SAP2000

Belajar SAP2000 akan lebih gampang lagi, kalau kita belajar lewat video tutorial yang bisa membimbing kita kapan saja, ini terbukti ampuh buat yang mau belajar tapi males baca buku. Disini bisa download video turorial untuk menambah ilmu.


SAP2000 - 00 Intro Tips Trick 30 min Download Download
SAP2000 - 01 Introductory Tutorial 30 min Download Download
SAP2000 - 02 Select Commands 6 min Download Download
SAP2000 - 03 Draw Commands 9 min Download Download
SAP2000 - 04 Mass and Modal Analysis 5 min Download Download
SAP2000 - 05 P-Delta Analysis 10 min Download Download
SAP2000 - 06 Nonprismatic Sections 6 min Download Download
SAP2000 - 07 Interactive Database Editing 7 min Download Download
SAP2000 - 08 Area Edge Constraints 3 min Download Download
SAP2000 - 09 Tension-only Bracing 4 min Download Download
SAP2000 - 10 Response Spectrum Analysis 5 min Download Download
SAP2000 - 11 Modal Time History Analysis 14 min Download Download
SAP2000 - 12 Section Designer 13 min Download Download
SAP2000 - 13 Cardinal Points 9 min Download Download
SAP2000 - 14 Formatting Display Tables 8 min Download Download
SAP2000 - 15 Creating Reports 11 min Download Download
SAP2000 - 16 Cable Objects 18 min Download Download
SAP2000 - 17 Tendons 10 min Download Download
SAP2000 - 18 Gap Elements 17 min Download Download
SAP2000 - 19 Nonlinear Staged Construction 7 min Download Download
SAP2000 - 20 Nonlinear Shear Walls 29 min Download Download
SAP2000 - 21 Static Pushover Analysis 10 min Download Download
SAP2000 - 22 Power Spectral Density 12 min Download Download
SAP2000 - 24 Model Alive 4 min Download Download
SAP2000 - 25 Open Application Programming Interface 13 min Download Download
SAP2000 - 26 CSiLoadOptimizer 10 min Download Download
sumber: http://www.csiberkeley.com

LinkWithin