Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Juni 2013

Menambahkan Background Pada Dokumen Microsoft Word

Sebenarnya ini tips mudah, tetapi berhubung ada yang menanyakan kepada kami via Yahoo Messenger, tidak ada salahnya kalau kami menulisnya di postingan FastNCheap Blog! Jika anda sudah mahir dengan tips ini, silahkan baca artikel lain yang lebih menarik.

Salah satu dari pengunjung setia kami menanyakan bagaimana cara mengganti warna dari backgroun pada Microsoft Word 2007, maka kamipun menjelaskan bagaimana cara melakukannya. Jika anda juga seorang awam dalam dunia komputer, ikuti petunjuk berikut ini:

  • Buka Microsoft Word 2007.
  • Ketik dokumen yang akan anda beri warna pada backgroundnya.
  • Setelah itu, klik menu Page Layout, lanjutkan dengan Page Color dan terakhir pilih warna yang ingin anda pakai. Saat anda menggeser mouse, tampilan warna background akan berubah sesuai dengan warna pada posisi kursor.
  • Terakhir, klik warna tersebut.

Selesai, warna dari background dokumen menjadi seperti yang anda inginkan. Jika ingin lebih bagus lagi, tambahkan gambar pada background dari dokumen tersebut. Caranya, ikuti petunjuk berikut ini:

  • Buka dokumen yang ingin anda tambahkan.
  • Klik menu Insert dan lanjutkan dengan klik Picture.
  • Pilih gambar sesuai keinginan anda. dan klik tombol Insert.
  • Arahkan kursor dari mouse pada gambar.
  • Klik kanan, pilih Text Wrapping dan pilih Behind Text.

Sekarang, gambar tersebut sudah menjadi backgroun dokumen anda. Jika ingin memperbesar atau memperkecil ukuran gambar, klik pada bagian tepi gambar dan drag sesuai dengan ukuran yang anda inginkan.

Read more: http://blog.fastncheap.com/menambahkan-background-pada-dokumen-microsoft-word/#ixzz2Xm2AOiKX

Panduan Membuat Grafik Garis Sparkline di Microsoft Excel 2010

Grafik Garis Sparkline adalah jenis grafik baru yang dihadirkan di Microsoft Excel 2010, grafik jenis ini sangat berguna untuk menggambarkan perubahan data yang terjadi dalam rentang waktu tertentu misalnya perubahan harga saham dari bulan Januari ke bulan Desember di tahun 2013.

Cara Membuat Grafik SparkLine Menggunakan Microsoft Excel

Mengapa grafik jenis ini lebih mudah digunakan untuk data perubahan dalam rentang waktu tertentu? Karena Grafik Garis Sparkline akan ditampilan di sel terpisah tepat di samping data angka di dalam dokumen Excel. Namun begitu, Grafik Garis Sparkline tidak hanya digunakan untuk pergerakan saham saja, Anda dapat pula menggunakan Grafik Garis Sparkline sebagai grafik penjualan, produksi, harga dan lain sebagainya.

Di kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit panduan membuat Grafik Garis Sparkline di Microsoft Excel 2010. Selamat menyimak!

  • Pertama siapkan data yang akan diolah di dalam dokumen Microsoft Excel 2010.
  • Pilih sel yang akan menjadi lokasi grafik, kemudian klik Insert – Sparklines – Lines.

Proses Pembuatan Grafik Spark Line di Office 2010

  • Akan muncul menu dialog “Create Sparklines” di layar komputer Anda. Selanjutnya klik tombol di sebelah Data Range dan blok sel data misalnya dari C8 hingga G8 kemudian klik tombol OK.
  • Kini grafis garis Sparklines telah muncul di sel tepat di kolom 8 atau sesuai lokasi yang Anda pilih.

Grafik SparkLine dengan Menggunakan Excel

  • Untuk sel selanjutnya, cukup klik sel grafis garis Sparklines kemudian lakukan copy dengan menarik dari sudut sel bertanda (+) hingga ke bagian sel yang Anda inginkan.

Grafik SparkLine di excel 2010

Mengganti Warna Garis Sparklines

  • Untuk mengganti warna grafik garis sparkline cukup dengan memblok grafik kemudian di bagian Sparkline Tools klik Design dan pada grup Style silahkan Anda pilih warna yang Anda inginkan.

Mengganti warna grafik Spark Line di Office 2010

  • Atau apabila Anda ingin menentukan warna yang berbeda dari grup Style, Anda dapat mengklik Sparkline Color dan pilih warna sesuka Anda.

Cara Menggunakan Grafik Spark Line di Office Excel 2010

Nah, sekarang grafis garis sparklines di Office 2010 telah berhasil dibuat plus dengan warna yang Anda inginkan, saatnya untuk mempersiapkan diri untuk presentasi di depan manajemen. Selamat bekerja!

Sumber: http://blog.fastncheap.com/panduan-membuat-grafik-garis-sparkline-di-microsoft-excel-2010/#ixzz2XlyQz7Ds

Rabu, 19 Desember 2012

Cara memasukkan gambar autocad ke word dengan benar

Sesuai judul diatas  akan saya langsung jelaskan  "Cara memasukkan gambar autocad ke word dengan benar"

Biasanya orang awam yang memasukkan gambar dari Cad ke word akan melakukannya dengan cara copy paste, cara ini memang cepat dan mudah namun memiliki kekurangan dimana gambar yang di import dari cad ukurannya tidak sesuai dan memakan banyak space pada halaman kerja Ms. Word.

 

contohnya seperti gambar di bawah ini:
 
















oleh karena itu saya akan jelaskan cara yang tepat memasukkan gambar dengan ukuran pas  (actual size), oke sebelum saya jelaskan, diharapkan agar membaca secara teliti langkah-langkah yang akan saya berikan...
 
pada lembar kerja autocad dengan gambar yang telah disiapkan, lakukan:
-ketik command export maka akan muncul kotak dialog dibawah ini

-pada filename beri nama terserah anda
-pada file of type ubah menjadi metafile (wmf)
-klik save (terserah simpan pada folder manapun)
-kemudian select objects: pilih dan blok gambar yang akan di gunakan kemudian tekan "enter"
 
 
 
 
 
 
 
 




sekarang masuk pada lembar kerja Ms. Word Anda
-letakkan kursor pada posisi yang Anda kehendaki
-pada menu ribbon  insert pilih picture
-akan muncul kotak dialog insert picture, cari file gambar wmf yang telah Anda simpan tadi, klik 2x atau klik insert maka gambar akan muncul pada lembar kerja Word Anda
 


 
 
 
 
 
seperti yang kita lihat gambar tersebut masih memiliki banyak ruang yang kosong, untuk mengatasinya pada menu ribbon format pilih crop
kemudian tinggal Anda sesuaikan ukuran gambar tersebut,
semoga bermanfaat untuk Anda....

Mencetak gambar Kuda-kuda

Sekarang baru kita coba menjawab pertanyaan dari tulisan terdahulu.

1.      Ada sebuah gambar potongan sebuah rumah dengan asumsi satuan centimeter (cm)

clip_8

2.      Klik tab ‘Layout‘
3.      Pilih jenis printer, dan pilih monochrome.ctb, dan klik Layout Settings.
4.      pilih ukuran kertas (ambil A4), pilih ukuran ‘mm‘, pilih portrait,
5.      tukar nilai pada Custom menjadi “10 mm = 1 drawing units”  ==>  klik ‘OK‘.

layout-2
6.      Aktifkan toolbar ‘Viewports‘ ==>  klik garis bingkai layout sehingga berobah menjadi garis putus-putus, pada toolbar Viewport pilih skala “1:100“.
7.      Kemudian pindahkan gambar ke bagian atas kertas.
8.      Buat sebuah layer baru dengan nama “Kotak” (misal), pindahkan layer gambar bingkai layout ke layer kotak.

layout-3

9.     Copy gambar potongan skala 1:100 ke arah bawah.
10.  Klik garis bingkai copy-an gambar potongan tadi, lalu tukar skalanya dengan 1:20 ==> gambar akan menjadi besar.
11.  Klik ganda dalam bingkai layout skala 1:20, ditandai dengan garis tebal pada bagian pinggir,
12.  Atur/arahkan posisi gambar hingga kelihatan gambar pondasi dengan perintah PAN (fasilitas menggeser gambar/simbol telapak tangan)
13.  klik ganda mouse di luar bingkai layout skala 1:20, garis tebal menjadi hilang.
14.  perkecil kotak bingkai layout pondasi skala 1:20 ==> tempatkan di bagian atas, sebelah gambar potongan skala 1:100.

layout-4
15.  Buat sebuah lingkaran pada gambar dengan radius 5 unit.
16.  Pada toolbar Viewports, klik icon Convert Object to Viewport ==>  klik lingkaran (R=5).
17.  Tukar skala lingkaran menjadi 1:10 ==> atur posisi gambar dengan klik ganda dalam lingkaran ==> jika selesai, klik ganda di luar lingkaran.

layout-6
18.  Lakukan untuk membuat gambar detail yang lain ==> lengkapi dengan teks atau keterangan gambar ==> matikan layer Kotak ==> siap untuk dicetak.

layout-7

wassalam

TIPS AUTOCAD: SKALA PLOT / PRINT PADA TAB MODEL

SKALA PLOT / PRINT PADA TAB MODEL



 
Banyak dari mereka yang menggunakan autoCAD masih bingung bagaimana mencetak atau memplot gambar yang sudah selesai dikerjakan pada kertas gambar ukuran A4, A3, atau ukuran kertas yang lain. Hal ini disebabkan gambar yang dicetak harus memiliki skala tertentu khususnya untuk gambar-gambar teknik. Beda jika gambar itu hanya untuk presentasi atau untuk melihat hasil sementara saja, maka tidak perlu menyesuaikan skala gambar.
Bagi mereka yang pernah kursus ataupun belajar sendiri, pada waktu pertama kali menggambar pasti diberitahukan bahwa menggambar di AutoCAD sebaiknya menggunakan ukuran yang sebenarnya / yang asli. Ini dimaksudkan agar kita lebih mudah dan lebih cepat dalam menggambar dibandingkan cara manual. Bisa saja kita menggambar di AutoCAD dengan cara memasukkan ukuran yang dihitung skalanya seperti cara manual, namun ini tidak efektif terlebih pada skala gambar yang bukan kelipatan 10 seperti 1:25, 1:75, dan sebagainya. Nanti pada saat akan mencetak gambar, barulah ditentukan perbandingan skala yang sesuai dengan kertas dan kebutuhan tampilan gambar.
Misalnya ukuran objek 30 x 30 cm, maka pada AutoCAD digambar juga dengan ukuran 30 x 30, ukuran panjang ruang 3 meter maka digambar harus dijadikan satuan centimeter yaitu 300 cm. Artinya di sini kita harus konsisten dalam menggunakan satuan ukuran karena autoCAD pada dasarnya tidak berpatokan pada satuan tertentu. Garis yang panjangnya 1 unit (dibaca: yunit) bisa dianggap 1 meter, 1 cm, atau bahkan 1 km oleh penggambar, tergantung dari konteks gambar secara keseluruhan dimana ukuran garis yang lain juga dihitung dalam satuan yang sama berdasarkan ukuran objek yang sebenarnya.
Permasalahannya kita tidak mungkin mencetak gambar yang ukurannya 1 meter di kertas A3 yang ukurannya hanya 0,42 m x 0,297 m. Untuk itu gambar harus dicetak dengan perbandingan atau skala tertentu yang standar seperti 1:100, 1:50, atau 1:200, dimana skala yang dipilih harus bisa menampilkan seluruh gambar yang dipilih pada kertas. Sekedar mengingatkan bahwa skala 1: 100 artinya 1 cm di kertas mewakili 100 cm atau 1 meter ukuran objek yang sebenarnya.
Untuk keperluan cetak-mencetak ini AutoCAD sudah menyediakan jendela atau tab khususnya yaitu tab Layout yaitu dengan mengklik di samping tab Model. Namun pada postingan kali ini saya hanya akan membahas bagaimana cara mencetak gambar langsung pada tab model saja. Jika ada kesempatan, pada postingan berikutnya nanti akan saya bahas lebih lanjut bagaimana mencetak gambar dari tab layout.
Adapun langkah-langkah untuk mencetak gambar pada autoCAD langsung dari tab model adalah sebagai berikut:
1.      Buatlah ukuran kertas (A3 / A4 / F4, dll) berupa kotak (sebagai batas kertas) dengan perintah rectangle  dengan ukuran sesuai dengan satuan yang digunakan pada gambar. Misalnya Anda menggunakan meter maka gambarlah kertas dengan satuan meter. Contoh kertas A3 digambar dengan ukuran 0.42 x 0.297 dalam satuan meter atau sesuaikan dengan ukuran kertas yang anda pakai (A1 / A4 / F4, dll).
2.      tentukan skala gambar yang akan digunakan. Dan jangan lupa sesuaikan posisi kertas, apakah berdiri (potrait) atau rebah (landscape). Caranya dengan memutar kotak kertas 90° dengan perintah rotate .
3.      jika anda akan mencetak gambar menggunakan skala 1:100 maka perbesarlah kotak kertas (ukuran asal) dengan perintah scale  sebesar 100 kali. Jika skala 1 : 50 perbesarlah 50 kali, demikian seterusnya.
4.      aturlah gambar dalam batas kertas dan sesuaikan ukuran teks, dimensinya, serta skala arsiran. Ingat jangan sampai gambar melewati batas kertas. Jika gambar tidak muat dalam batas kertas berarti Anda harus mencari skala yang sesuai dan ulangi langkah no. 3.
5.      untuk mencetak gambar bisa dimulai dengan perintah plot . Kemudian akan tampil kotak dialog seperti gambar di bawah ini:
 

6.   dalam kotak dialog di atas sebelum kita memplot ada beberapa hal yang perlu disetting. Pada bagian printer/plotter pilihlah jenis printer yang anda pakai dan sudah dihidupkan. Pada paper size carilah ukuran kertas yang dipakai. Pada plot area (what to plot) pilihlah window dan klik ujung kiri atas dan ujung kanan bawah batas kertas pada tab model. Pada plot scale di sini saya mengambil contoh skala 1 : 100 artinya 1 cm atau 10 mm mewakili 1 unit atau 1 meter (jika meter dijadikan satuan gambar pada tab model). AutoCAD menggunakan satuan mm atau inchi untuk ukuran kertas. Jadi skala pada pengaturan di kotak dialog tidak mengikuti perbandingan skala yang tertulis pada judul gambar tapi harus menyesuaikan dengan satuan ukuran gambar yang kita pakai.
7.   berikutnya adalah memilih portrait atau landscape pada drawing orientation. Agar pengaturan ini bisa dipakai lagi untuk mencetak gambar yang lain klik kotak centang save changes to layout pada plot option. Oh iya, kita bisa juga melakukan pengaturan seperti gambar kotak dialog di atas melalui perintah pagesetup.

 contoh area kertas gambar ukuran A3

NB: kotak warna merah merupakan batas tepi kertas dan tidak akan terlihat pada hasil cetakan karena kotak ini bisa kita taruh pada layer tersendiri yang sudah diatur agar tidak tercetak.

Demikianlah tips dari saya bagaimana mencetak gambar pada autoCAD langsung dari tab model. Namun kekurangannya adalah jika kita ingin mencetak beberapa gambar yang berbeda skalanya dalam satu kertas agak repot jika langsung dari tab model ini. Karena salah satu gambar harus di-scale agar sesuai dengan skala gambar yang lain, namun ukuran dimensi gambar yang di-scale tadi berubah dan tidak mencerminkan ukuran yang sebenarnya. Untuk mengakalinya, sebelum di-scale kita dapat meng-explode gambar tersebut sehingga tampilan ukuran dimensinya tidak berubah waktu di-scale.

Rabu, 19 September 2012

Mengitung Portal Beton Bertulang menggunakan SAP 2000 V.11

 

Diketahui struktur portal dari beton f’c = 20 Mpa bekerja beban mati (DL), beban hidup (LL), dan beban gempa (EL) seperti pada gambar, dimensi balok 35 x 50 cm2, dan kolom 30 x 30 cm2,

clip_image002

Penyelesaian :

a. Menentukan Model Struktur

1) Tetapkan unti satuan ke kN.m.C

2) Pilih menu File – New Model, pada kotak dialog tentutan pilihan template Portal Frame, isikan data sebagai berikut :

clip_image004

3) Klik OK

4) Jendela 3 D dinonaktifkan, tampilkan jendela X-Z view, sehingga di layar monitor muncul tampilan seperti gambar dibawah ini :

clip_image006

5) Atur perletakan menjadi jepit, dengan cara klik pada semua titik/joint perletakan sehingga akan bertanda silang, kemudian pilih menu Assign – Joint – Restrains.

clip_image007

6) Klik OK, sehingga ,model struktur menjadi seperti gambar di bawah ini :

clip_image009

7) Pilih batang yang tidak digunakan, tekan tombol Delete dari keyboard, pilih menu View – Refresh Windows, maka akan ditampilkan gambar berikut :

clip_image011

8) Untuk memberi penomoran batang dan titik, pilih menu View – Set Display Options, isikan ? pada label dan restraints, serta Labels untuk Frames

clip_image013

9) Klik OK, sehingga akan ditampilkan :

clip_image015

10) Penomoran yang diberikan tidak urut dan tidak rapih, sehingga perlu dilakukan pengaturan ulang pada nomor batang dan titik, dengan cara piih menu Select – Select All, maka seluruh batang akan berubah titik – titik (berarti terpiih semua)

11) Klik menu Edit – Change Label

12) Pada kotak dialog Item Type pilih elemnt Labels – Frame, pilih menu Edit – Auto Relabel – All in List

13) Klik OK

14) Lakukan hal serupa untuk Item Type element Laberl – Joint, pilih menu Auto Relabel – All in List

15) Klik OK

clip_image018

16) Setelah dilakukan penomoran ulang, maka akan ditampilkan model dengan penomoran batang dan titik yang baru yang urut dan rapi

clip_image020

b. Penetapan Penampang Struktur

1) Pilih menu Define – Material, akan tampil kotak dialog Define Materials, untuk mendefinisikan bahan beton pilih 4000Psi dan klik Modify/Show Material

clip_image021

2) Akan muncul kotak dialog Material Property, isikan Material Name and Display Color = CONC, Specified Concrete Compressive Strength f’c = 20000. Untuk fy = fys = 400 Mpa = 400000 N bisa di edit melalui modus teks menggunakan Teks editor maupun Wordped ataupun Notepad.

clip_image022

3) Klik OK

4) Untuk menetapkan dimensi penampang, pilih menu Define – Frame/Cable Sections, akan muncul kotak dialog Frame Properties,

clip_image023

5) Pada kotak klik pada Add New Property, maka akam muncul kotak dialog Add Frame Section Property

clip_image025

6) Pilih Add Ractangular, kemudian muncul kotak dialog Rectangular Section, pada Section Name ketikkan B35x50, material CONC, isikan dimensi t3 = 0,50 dan t2 = 0,35;

clip_image027

7) Klik pada Reinforcement, sehingga ditampilkan Reinforcement Data, pilih Beam, kemudian klik OK, Klik OK

clip_image029

clip_image032

8) Dengan cara yang sama, lakukan untuk menetapkan dmensi kolom, K30x30, Reinforcement Data, pilih Column

c. Penetapan Penampang Elemen Struktur

1) Pilih elemen balok pada model struktur dengan cara mengkliknya satu satu

2) Pilih menu Assign – Frame/Cable Section, akan muncul kotak dialog Frame Properties

3) Klik pada B35x50 di area Properties, kemudian klik OK maka section akan masuk ke dalam model

clip_image033

4) Ulangi langkah serupa untuk memberikan penampang pada elemen kolom dengan K30x30

clip_image034

clip_image036

d. Penetapan Kondisi Pembebanan

1) Pengaturan jenis pembebanan yang bekerja dilakukan dengan cara pilih menu Define – Load Cases, akan muncul kotak dialog Define Loads, pada kotak Load Name diubah Dead menjadi DL, tipenya DEAD, self wight multiplernya 1, klik Modify Load

clip_image038

2) Ubah DL menjadi LL untuk beban hidup, dengan tipe LIVE, dan self wight multipliernya 0, klik Add New Load

3) Ubah LL menjadi EL, tipe pilih QUAKE, self weight multipliernya 0, klik Add New Load

4) Klik OK

e. Penentuan Beban Pada Struktur

1) Beban Mati

a) Pilih elemen balok (batang nomor 5 dan 7) untuk memasukkan beban mati, pilih menu Assign – Frame Loads – Distributed,

b) Maka akan muncul kotak dialog Frame Distributed Loads, ubah pada kotak dialog Load Case Name menjadi DL, isikan pada kotak Uniform Load sebesar 3, klik Add to Existing Loads pada kotak Options

c) Klik OK

clip_image039

clip_image041

d) Pilih batang nomor 6, lakukan langkah seperti di atas, isikan Uniform Load sebesar 4, klik Add New Loads, klik OK

clip_image042

clip_image044

e) Pilih batang nomor 10, lakukan seperti langkahdi atas, isikan Uniform Load sebesar 2, klik Add New Loads, klik OK

clip_image045

f) Tampilkan model yang menerima beban mati sebagai berikut :

clip_image047

2) Beban Hidup

a) Pilih elemen balok (batang nomor 5 dan 7) untuk memasukkan beban mati, pilih menu Assign – Frame Loads – Distributed,

clip_image048

b) Maka akan muncul kotak dialog Frame Distributed Loads, ubah pada kotak dialog Load Case Name menjadi LL, isikan pada kotak Uniform Load sebesar 2, klik Add to Existing Loads pada kotak Options

c) Klik OK

clip_image050

d) Pilih batang nomor 6, lakukan langkah seperti di atas, isikan Uniform Load sebesar 3, klik Add New Loads, klik OK

clip_image051

clip_image053

e) Pilih batang nomor 10, lakukan seperti langkahdi atas, isikan Uniform Load sebesar 1, klik Add New Loads, klik OK

clip_image054

f) Tampilkan model yang menerima beban mati sebagai berikut :

clip_image056

3) Beban Gempa

a) Pilih joint nomor 5 dan 9 untuk memasukkan beban gempa, pilih menu Assign – Joint Loads – Forces, maka akan tampil kotak dialog Joint Forces

b) Ubah Load Case Name menjadi EL dan isikan pada kotrak Force Global X sebesar 3, klik Add to Existing Loads pada kotak Option,

clip_image057

c) Klik OK

d) Tampilkan model yang menerima beban mati sebagai berikut :

clip_image059

f. Analisis Model

1) Simpan model melalui menu file Save As, ketik nama file yang dikehendaki.

2) Pilih menu Analyze – Set Analyze Option. Pada Fast FDOFs pipil XZ Plane

3) Klik OK

4) Pilih menu Analyze to Run, pada case Name pilih MODAL, klik Run/Do Not Run Case

clip_image061

5) Klik Run Now

6) Model akan dianalisis sampai lengkap

7) Klik OK untuk menutup jendela analisis

clip_image063

8) Maka dilayar monitor akan tampil gambar seperti di bawah ini

clip_image065

g. Penampilan Deformasi Struktur

1) Setelah analisis perhitunga selesai, maka akan dapat diperihatkan struktur yang mengalami deformasi.

2) Pilih menu Display Show Deformed Shape, Load case defaultnya adalah DL, apabila dikehendaki tampilan akibat beban yang lain (LL, EL), tinggal melakkan perubahan pada Case/Combo Name-nya saja tinggal klik

clip_image066

3) Klik OK

4) Untuk melihat besaran gaya yang terjadi pada join, ubah dulu satuan dalam kN,mm, C

5) Klik pada joint yang dikendaki, lalu klik kanan dan biarkan pointer menunjuk pada jointnya, maka akan terlihat seperti gambar di bawah ini

clip_image068

h. Penampilan Gaya-Gaya Dalam

Hasil perhitungan analisis, akan dihasilkan gaya-gaya dalam berupa momen, gaya lintang, gaya normal, puntir, dan reaksi perletakan. Untuk menampilkan gaya-gaya dalam, piih menu Display – Show Forces/Stresses – Frame/Cable, piih gaya dalamyang akan ditampilkan.

clip_image070

clip_image072

i. Pemeriksaan Tegangan Elemen

1) Piih menu Option – Preference – Concrete Design, maka akan ditampilkan kotak dialog Concrete Frame Design Frame for ACI 318-99, agar sesuai dengan SkSNI ’91 ubahlah koefisien – koefisiennya menjadi :

clip_image074

clip_image076

2) Klik OK

3) Pilih menu Design – Concrete Frame Design – Strat Design/Check Strukture, akan ditampilkan floating window yang memperlihatkan informasi tentang perancangan dan kontrol tegangan baja di sepanjang elemen

clip_image078

4) Klik kanan pada salah satu elemen, maka akan muncul Concrete Beam Design Information

clip_image079

5) Untuk mengetahui hasil perhitungan secara detail klik pada tombol Flex Detail. Perhatikan Unit yang dipilih

6) Tampilan informasi detail dari hasil perhitungan pada elemen

clip_image081

7) Bila dilihat untuk nilai fy dan fys-nya belum sesuai maka harus dirubah dengan jalan di Save terlebih dahulu

8) Klik File – Export – SAP2000 .s2k text file

clip_image082

clip_image084

9) Pilihpada bagian Material Properti

10) Klik OK

clip_image085

11) Klik Save

12) Buka jendela Windoww Explorer, cari file yg disimpan tadi ( contoh soal5.s2k ) klik kanan – Open With – WordPad

clip_image086

13) Klik WordPad maka akan tampil jendela text editor berpa WordPad, ganti nilai fy = 400000 pada Material Properties 03a maupun 03B

clip_image087

14) Klik save

15) Tutup WordPad-nya

16) Pergi ke SAP 2000, klik File – Import – SAP2000 V8 to V11 .s2k Text File

clip_image088

17) Muncul kotak dialog Import Tabular Database, pilih yang Add to Existing model

clip_image089

18) Klik OK maka akan tampil kotak dialog seperti di bawah ini

clip_image090

19) Pilih nama file yang sudah di edit tadi, klik open, maka akan muncul kotak dialog Acces Database Import Log

clip_image092

20) Klik Done

21) Ulangi langkah nomor 3 sampai nomor 5 untuk melihat kembali Tampilan informasi detail dari hasil perhitungan pada elemen, maka nilai fy dan fys sudah berubah, lihat gambar bawah

clip_image094

LinkWithin